Selasa, 25 Oktober 2016

Thread Linux

Thread Basics:
  • Thread operations include thread creation, termination, synchronization (joins,blocking), scheduling, data management and process interaction.
  • A thread does not maintain a list of created threads, nor does it know the thread that created it.
  • All threads within a process share the same address space.
  • Threads in the same process share:
    • Process instructions
    • Most data
    • open files (descriptors)
    • signals and signal handlers
    • current working directory
    • User and group id
  • Each thread has a unique:
    • Thread ID
    • set of registers, stack pointer
    • stack for local variables, return addresses
    • signal mask
    • priority
    • Return value: errno
  • pthread functions return "0" if OK.
Thread Creation and Termination:
Example: pthread1.c
#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
#include <pthread.h>

void *print_message_function( void *ptr );

main()
{
     pthread_t thread1, thread2;
     const char *message1 = "Thread 1";
     const char *message2 = "Thread 2";
     int  iret1, iret2;

    /* Create independent threads each of which will execute function */

     iret1 = pthread_create( &thread1, NULL, print_message_function, (void*) message1);
     if(iret1)
     {
         fprintf(stderr,"Error - pthread_create() return code: %d\n",iret1);
         exit(EXIT_FAILURE);
     }

     iret2 = pthread_create( &thread2, NULL, print_message_function, (void*) message2);
     if(iret2)
     {
         fprintf(stderr,"Error - pthread_create() return code: %d\n",iret2);
         exit(EXIT_FAILURE);
     }

     printf("pthread_create() for thread 1 returns: %d\n",iret1);
     printf("pthread_create() for thread 2 returns: %d\n",iret2);

     /* Wait till threads are complete before main continues. Unless we  */
     /* wait we run the risk of executing an exit which will terminate   */
     /* the process and all threads before the threads have completed.   */

     pthread_join( thread1, NULL);
     pthread_join( thread2, NULL); 

     exit(EXIT_SUCCESS);
}

void *print_message_function( void *ptr )
{
     char *message;
     message = (char *) ptr;
     printf("%s \n", message);
}
Compile:
  • C compiler: cc -pthread pthread1.c (or cc -lpthread pthread1.c
    or
  • C++ compiler: g++ -pthread pthread1.c (or g++ -lpthread pthread1.c)
The GNU compiler now has the command line option "-pthread" while older versions of the compiler specify the pthread library explicitly with "-lpthread".
Run: ./a.out
Results:
Thread 1
Thread 2
Thread 1 returns: 0
Thread 2 returns: 0
Details:
  • In this example the same function is used in each thread. The arguments are different. The functions need not be the same.
  • Threads terminate by explicitly calling pthread_exit(), by letting the function return, or by a call to the function exit() which will terminate the process including any threads.
  • Function call: pthread_create - create a new thread
        int pthread_create(pthread_t * thread, 
                           const pthread_attr_t * attr,
                           void * (*start_routine)(void *), 
                           void *arg);
    
    Arguments:
    • thread - returns the thread id. (unsigned long int defined in bits/pthreadtypes.h)
    • attr - Set to NULL if default thread attributes are used. (else define members of the struct pthread_attr_t defined in bits/pthreadtypes.h) Attributes include:
      • detached state (joinable? Default: PTHREAD_CREATE_JOINABLE. Other option: PTHREAD_CREATE_DETACHED)
      • scheduling policy (real-time? PTHREAD_INHERIT_SCHED,PTHREAD_EXPLICIT_SCHED,SCHED_OTHER)
      • scheduling parameter
      • inheritsched attribute (Default: PTHREAD_EXPLICIT_SCHED Inherit from parent thread: PTHREAD_INHERIT_SCHED)
      • scope (Kernel threads: PTHREAD_SCOPE_SYSTEM User threads: PTHREAD_SCOPE_PROCESS Pick one or the other not both.)
      • guard size
      • stack address (See unistd.h and bits/posix_opt.h _POSIX_THREAD_ATTR_STACKADDR)
      • stack size (default minimum PTHREAD_STACK_SIZE set in pthread.h),
    • void * (*start_routine) - pointer to the function to be threaded. Function has a single argument: pointer to void.
    • *arg - pointer to argument of function. To pass multiple arguments, send a pointer to a structure.
  • Function call: pthread_join - wait for termination of another thread
        int pthread_join(pthread_t th, void **thread_return);
    
    Arguments:
    • th - thread suspended until the thread identified by th terminates, either by calling pthread_exit() or by being cancelled.
    • thread_return - If thread_return is not NULL, the return value of th is stored in the location pointed to by thread_return.
  • Function call: pthread_exit - terminate the calling thread
        void pthread_exit(void *retval);
    
    Arguments:
    • retval - Return value of pthread_exit().
    This routine kills the thread. The pthread_exit() function never returns. If the thread is not detached, the thread id and return value may be examined from another thread by using pthread_join(). 
    Note: the return pointer *retval, must not be of local scope otherwise it would cease to exist once the thread terminates.
  • [C++ pitfalls]: The above sample program will compile with the GNU C and C++ compiler g++. The following function pointer representation below will work for C but not C++. Note the subtle differences and avoid the pitfall below:
    void print_message_function( void *ptr );
    ...
    ...
    iret1 = pthread_create( &thread1, NULL, (void*)&print_message_function, (void*) message1);
    ...
    ...
    
Thread Synchronization:
The threads library provides three synchronization mechanisms:

  • mutexes - Mutual exclusion lock: Block access to variables by other threads. This enforces exclusive access by a thread to a variable or set of variables.
  • joins - Make a thread wait till others are complete (terminated).
  • condition variables - data type pthread_cond_t


sumber : http://www.yolinux.com/TUTORIALS/LinuxTutorialPosixThreads.html

Rabu, 12 Oktober 2016

Selasa, 09 Agustus 2016

Smarthphone Gratis Gundarma

Tepat tanggal 18 Agustus 2016, gue melaksanakan UU ( Ujian Utama ) , dimana Ujian itu kaya Ujian Nasional, tapi gampang kok tenang ajah, tapi sebelum gue melaksanakan UU, dua minggu sebelumnya gue mendapat kabar dari sosmed, temen kelas, sampe dosen, bahwa tanggal 8 Agustus 2016 akan ada pembagian smartphone gratis dari gunadarma. Tentu saaja siapa coba yang gak senang dapat kabar begitu, gratis pula, oke gue membaca semua syaratnya, tapi sangat disayangkan dan gue agak kecewa , dibilang kecewa si kaga, cuman dari tahun ketahun memang sudah tradisi

Langsung ajah gue bahas, tanggal 8 agustus 2016 itu ada jadwal pembagian smarthphone untuk kelas gue 1KB04 temen temen gue udah pada nunggu dari pagi, tapi gue dateng terlambat sengaja males nunggu, gue udah yakin kalau ngambilnya itu pasti lama dan ngatri panjang, bener ajah pas gue dateng buset dah rame bener, iya lah siapa si yg gak mau smartphone gratis, ett gak gratis, tapi yang tadi gue udah bilang, tradisi tahun ketahun, nebus smartphone nya dengan jumlah 100ribu rupiah, tentu tidak sedikit si, coba deh loe orang bayangin 100 ribu dikali 8000 mahasiswa udah pasti diatas ratusan juta dari hasil itu doang, yaiyalah mana ada yang mau si rugi.

Begitu pas kelas gue dipanggil, gue diurutan ke-6 langsung mendapatkan smartphone tersebut, langsung gue coba, ett bukan smartphone nya tapi yang langsung gue hajar itu paket internetnya karena waktu itu gue lagi kaga ada paket, hahaha, lalu kemudian gue buka smartphone nya ya seperti biasa smarthphone umumnya , ada kabel casan , handsfree, batre, dan gratis antigores, begitu gue coba waw lumayan banget sob hapenya cuman kurang kualitas dibagian kamera,ya gpp lah namnya juga made in cinos, Tapi gue sangat bangga sama kampus gue karena jarang sekali kampus yang memberi smartphone resmi dari kampus, dan aplikasi khususnya, jangan menilai kekurangan dari fisik, nilai lah dari kinerja mereka.

Selebihnya smartphone UG IN YOUR HAND seperti biasa memiliki aplikasi khusus dari gunadarmanya, mungkin cukup untuk cerita gue tentang smartphone gratis ini, sisanya mungkin beberapa penampakan dari smartphone ini akan gue taro dibagian bawah


TAMPAK DEPAN


TAMPAK BELAKANG
BOX SMARTPHONE
VIDEO UNBOXING SMARTPHONE GUNADARMA 

Minggu, 05 Juni 2016

RAGAM BAHASA

A. Pengertian Ragam Bahasa

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik , yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Menurut Dendy Sugono, bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku. 

B.  Macam – Macam Ragam Bahasa
1.    Ragam Bahasa Indonesia Berdasarkan Media
Di dalam bahasa Indonesia disamping dikenal kosa kata baku, bahasa Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi didalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosa kata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan. Ragam bahasa Indonesia berdasarkan media dibagi menjadi dua yaitu :
          a) Ragam Bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan dalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur  di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Berikut adalah ciri-ciri ragam lisan :
1.      Memerlukan orang kedua atau teman bicara;
2.      Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
3.      Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
4.      Berlangsung cepat;
5.      Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
6.      Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
7.      Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
   
Yang termasuk dalam ragam lisan diantaranya pidato, ceramah, sambutan, berbincang-bincang, dan masih banyak lagi. Semua itu sering digunakan kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari, terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena tidak diikat oleh aturan-aturan atau cara penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.
     b) Ragam Bahasa Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahasa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah. Berikut adalah ciri-ciri ragam bahasa tulis :
1.      Tidak memerlukan kehadiran orang lain;
2.      Tidak terikat ruang dan waktu;
3.      Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat;
4.      Pembentukan kata dilakukan secara sempurna;
5.      Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap;
6.      Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu;
7.      Berlangsung lambat;
8.      Memerlukan alat bantu.


2.      Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur
a)      Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/dialek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan “b” pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan lain-lain. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
b)     Ragam Bahasa Berdasarkan Pendidikan Penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya kompleks,vitamin, video, film. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan komplek, pitamin, pidio, pilem. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya ngebawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
c)      Ragam Bahasa Berdasarkan Sikap Penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembaca (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.

Berikut adalah pemakaian bahasa baku, antara lain:
1.      Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran.
2.      Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dan dengan pejabat.
3.      Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, dan undang-undang.
4.      Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, dan disertasi.

3.      Ragam Bahasa Menurut Pokok Pesoalan atau Bidang Pemakaian
Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, dan pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi atau perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.


FUNGSI BAHASA

1.     Bahasa Sebagai Sarana Komunikasi
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam. Misalnya : komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.
2.     Bahasa Sebagai Sarana Integrasi dan Adaptasi
Dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan. Misalnya : integritas kerja dalam sebuah institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas keluarga, integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara.
3.     Bahasa Sebagai Sarana Kontrol Sosial
Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Masing – masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol – simbol lain yang menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini dapat diwujudkan dalam bentuk : aturan, anggaran dasar, undang – undang dan lain – lain.
4.     Bahasa Sebagai Sarana Memahami Diri
Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Ia harus dapat menyebutkan potensi dirinya, kelemahan dirinya, kekuatan dirinya, bakat, kecerdasan, kemampuan intelektualnya, kemauannya, tempramennya, dan sebagainya. Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi, inteligensi, kecerdasan, psikis, karakternya, psikososial, dan lain – lain. Dari pemahaman yang cermat atas dirinya, seseorang akan mampu membangun karakternya dan mengorbitkannya ke arah pengembangan potensi dan kemampuannya menciptakan suatu kreativitas baru.

5.     Bahasa Sebagai Sarana Ekspresi Diri
Bahasa sebagai ekspresi diri dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai yang paling kompleks atau tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ekspresi sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya akan senatiasa setia, bangga dan perhatian kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).
6.     Bahasa Sebagai Sarana Memahami Orang Lain
Untuk menjamin efektifitas komunikasi, seseorang perlu memahami orang lain, seperti dalam memahami dirinya. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakaian bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya: intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma, yang melandasi pemikirannya, tipologi dasar tempramennya (sanguinis, melankolis, kholeris, flagmatis), bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemampuan inovasinya, motivasi pengembangan dirinya, dan lain – lain.
7.     Bahasa Sebagai Sarana Mengamati Lingkungan Sekitar
Bahasa sebagai alat untuk mengamati masalah tersebut harus diupayakan kepastian konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga dapat mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti. Misalnya apa yang melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi objek yang diamati, menjelaskan bagaimana cara (metode) mengamati, apa tujuan mengamati, bagaimana hasil pengamatan,. dan apa kesimpulannya.
8.     Bahasa Sebagai Sarana Berfikir Logis
Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapat berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Proses berfikir logis merupakan hal yang abstrak. Untuk itu, diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.

9.     Bahasa Membangun Kecerdasan
Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
10.                       Bahasa Mengembangkan Kecerdasan Ganda
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan. Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang sudah ada.
11.                       Bahasa Membangun Karakter
Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar dan rasa cinta. Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal yang menyatakan dirinya akan membuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.
12.                       Bahasa Mengembangkan Profesi
Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri (kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu pada pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian puncak karier / profesi. Puncak pendakian karier tidak akan tercapai tanpa komunikasi atau interaksi dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya. Untuk itu semua kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan dalam berbahasa sehingga mampu menciptakan kreatifitas baru dalam profesinya.

13.                       Bahasa Sarana Menciptakan Kreatifitas Baru
Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya. Melalui pendidikan yang kemudian berkembang menjadi suatu bakat intelektual. Bakat alam dan bakat intelektual ini dapat berkembang spontan menghasilkan suatu kretifitas yang baru.

Sabtu, 30 April 2016

FISIKA DASAR

FISIKA DASAR !!!
 Jadi kali ini gue pengen cerita tentang pengalaman gue saat kuliah
jadi di setiap fakultas ada beberapa LAB yang harus diikuti misalnya di fakultas gue ada 3 lab yang harus gue ikutin
yang pertama itu ILAB, kedua LABSI, ketiga FISIKA DASAR,  di 3 LAB ini memang semuanya beda beda, kalo ILAB itu kita kaya kuis atau ngisi soal sendiri gak dibantuin apa-apa sama kakak ASLAB nya jadi kaya UN Online ajah gitu dan di ILAB juga ada Ujiannya, , jadi kalo udah 7x pertemuan minggu ke 8 itu Ujian ILAB nya,

Kalo LABSI kita belajar ngoding program, dimana program itu harus run atau harus bisa digunakan, nah yang bisa ngeRun itu setiap sesinya dapet nilai +10 atau +max, tergantung kakak aslab nya mau ngasih berapa, setau gue si kalo bisa ngeRun itu +max deh , kalo yang +10 itu yang bisa ngerjain soal pas pertama mulai didalam labsi juga ada LP dan LA  apa itu LP dan LA ( LP : Laporan Pendahuluan dan Laporan Akhir ) jadi kita harus nulis make mesin tik untuk LP dan LA di print dan di isi make logika sendiri, itu tergantung kalo kalian punya logika pasti bisa ngisi nya, kalo kaga pasti ujung ujung nya liat ke temen kelas kalian hahaha dan di LABSI juga ada UJIAN nya jadi kalo udah 7x atau 4x pertemuan itu langsung UJIAN tapi beda sama ILAB dan FISIKA DASAR kalo di LABSI itu pas UJIAN nya kita dikasih soal suru ngoding program sampe runing tapi di soal soal itu ada pointnya jadi kita bisa berapa ngerjain dapet nilai , tapi tuh program harus ngeRUN gak boleh kaga, karena kalo kaga ngeRun lu ngulang ujiannya.

Nah yang terakhir nih praktikum paling ngeselin sekampus, yaitu FISIKA DASAR, di FISIKA DASAR itu banyak banget ketentuan dan syaratnya, gue singkat ajah jadi FISDAS, jadi di FISDAS itu kalo buat nulis ajah harus make pulpen biru, kertasnya kwarto atau kertas yang ada kotak ditengahnya, yang paling ngeselin dari praktikum ini yaitu kalian nanti dapet kelompok terdiri dari 2 sampe 5 orang, nah nanti kalian suru praktek , praktek nya sih enak diajarin dibantuin, nah yang paling kampretnya nih, diantara kalian nulis LP dan LA apa itu LP dan LA ( LP : Laporan Pendahuluan dan Laporan Akhir ) nah di LA tuh kalian harus sama titik koma nya misalnya, : 0,0001 x 4,5290 kaya gitu, misalnya kalian nulis gitu tapi temen kalian malah nulis 00,001 x 45,290 kalian pasti dikeluarin dan di LA terakhirnya ada analisa , kesimpulan dan saran, itu harus beda gak boleh sama persis, ya boleh lah sama persis, tapi tanggung resiko ya, hhahaha. Momen kampret yang paling ngeselin nih, kalian udah capel-capek ngerjain dari matahari terbit sampe matahari tenggelam, begitu kalian masuk ke LAB kan suru kumpulin kartu, LP dan LA , modul sama buku warna ijo, nah begitu masuk kalian ngerjain TP ( Tugas Pendahuluan ) begitu lagi ngerjain TP disitu detak jantung lu berubah derastis jadi 1000rpm/second, nanti ada siaran dari kakak ASLAB nya kaya gini : “ LAPORAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG KAMI TELAH TENTUKAN DAN LAPORAN YANG KAMI TIDAK TERIMA “ Yaitu, jeng jeng jeng, nama kalian beberapa ada ajah yang dipanggil, entah salah titik koma, tabel, grafik , analisa, kesimpulan , dan saran . Disitu kalian pasti nyesek dan kesel gak pugulagu deh , Jujur ajah nih ya gue sendiri pernah dikeluarin 1 kelompok grgr salah titik koma, sampe 2x , akhirnya gue kesel dan strees gak karuan, ya si cuman sementara ajah, cuman nyeseknya tuh gue rela relain begadang sampe ayam  berkokok jam 4.30 tapi apa yang gue tulis kaga diterima , kan TAI KUDA ya, oke gue belom jelasin tentang yg dikeluarin, jadi gini, kalo misalnya kalian dikeluarin setau gue di minggu ke 5 itu kalian dapet blanko dari ASLAB buat bayar denda biar bisa ikut ujian, lumayan si denda nya bisa dapet filter 3 batang , tapi semakin banyak lu salah dan dikeluarin semakin besar kemungkinan lu cepet dikeluarin dan ngulang di tahun depan, asalkan jangan sampe 3x lebih , kalo udah 2x buru buru minta blanko buat bayar denda kalo gak gitu kalian pasti dikeluarin dan ngulang, dan yang terakhir gue mau kasih curahan isi hati gue buat kalian, mungkin bisa membantu, nanti pas ujian FISDAS usahain kalian cek semua LP dan LA kalian karena salah sedikit ajah kalian gak bisa ikut ujian bareng temen kelas kalian, oiya lupa satu lagi, di UJIAN FISDAS kalian nanti praktek juga tapi gak dikasih tau gimana cara masang alatnya dikasih taunya nanti setalah 30 menit dan baru kalian dikasih tau , abis itu kalian dikasih 3 bua soal yang berbeda beda, terus kalian duduknya dipisah pisha deh tuh , beberapa hal yang harus dilakukan sebelum UJIAN FISDAS pertama , kuatkan mental kalian, jangan lupa minum susu, heheh becanda, kalian harus cek lagi 1 per 1 halaman LP dan LA kalian, jangan sampe salah, salah dikit ajah kalian nyusul Ujiannya, kedua jangan bawa contekan, usahain afalin ajah rumusnya, karena didalem soal nanti juga dikasih tau rumusnya kaya gimana, terus bawa kalkulaktor, milimeter blok, tipe x , pulpen biru , usahain jangan sampe lihat handphone ketahuan ajah ngulang loh tahun depan,
Mungkin itu saja yang bisa gue kasih tau sama kalian
Cukup sekian dan terima kasih,
 

Minggu, 03 Januari 2016

Apa itu Slender Man ?

SlenderMan

The Slender Man (juga dikenal sebagai Slender Man atau Slenderman) adalah karakter fiksi yang berasal sebagai Internet Meme yang muncul pertama kali di forum Sometihng Awfull oleh pengguna dengan nama Victor Surge pada tahun 2009. Karakter fiksi ini digambarkan sebagai menyerupai pria tipis tinggi dengan wajah kosong, mempunyai tentakel dan mengenakan Baju hitam dengan dasi merah. The Slender Man umumnya dikatakan suka menculik atau melukai orang, terutama anak-anak. Setelah lengannya yang terentang, korbannya dimasukkan ke dalam sesuatu dari keadaan terhipnotis, di mana mereka tak berdaya untuk menghentikan diri dari berjalan ke mereka.

Sejarah

The Slender Man diciptakan dalam forum Something Awfull pada tanggal 8 Juni 2009, dengan tujuan mengedit foto yang mengandung entitas supernatural. Pada tanggal 10 Juni, sebuah poster forum dengan nama pengguna " Victor Surge " menyumbangkan dua gambar hitam dan putih dari kelompok anak-anak. Entri sebelumnya terdiri hanya dari foto, namun Surge ia lengkapi dengan pengajuan dengan potongan-potongan teks dari saksi, menggambarkan penculikan dari kelompok anak, dan memberikan karakter nama, " The Slender Man ". Tidak banyak yang diketahui, karena tidak ada informasi spesifik telah ditemukan tentang asal-usul, tetapi objektif dan habitat-nya dibuat sangat jelas. Dia memiliki kebutuhan untuk menculik anak-anak. Dia tampaknya lebih memilih jalan-jalan berkabut dan daerah berhutan sebagai cara untuk menyembunyikan diri supaya tidak terlihat.

8 Cara agar Install Software berhasil dan tidak failed

1 . Pastikan sobat telah mempunyai Master dari Software/Game yang ingin sobat install di PC sobat.

2. Perlu diketahui, bahwa AntiVirus sangatlah berpengaruh dalam proses penginstalan. Maka dari itu, silahkan sobat matikan terlebih dahulu AntiVirusSobat sebelum menginstal. ( Karena file berformat .exe mudah di deteksi sebagai Virus oleh AntiVirus sobat ).

3. Silahkan sobat buka file Setup.exe nya ( Jangan Autorun.exe ! karena beberapa game/software kebanyakan file Autorun.exe nya error ). Jika tidak ada, buka sajaAutorun.exe tersebut.

4. Pilih destinasi penginstalan nya. Saya sarankan untuk memilih default saja ( System (C:) ) karena lebih lengkap, atau jika disk System (C:) sobat sudah penuh, maka pilih saja yang lainnya seperti: data (D:), etc...

5. Tunggu proses install sampai selesai.

6. Jangan menjalankan game/software tersebut dan jangan terburu-buru untuk merestart komputer sobat. Copy paste terlebih dahulu Crack dari game/software nya.

7. Biasanya, untuk software, selain meng Copy - Paste Crack, Sobat harus mengRegistrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan versi Full nya ( Lihat kode registrasi yang sudah dicantumkan di cover/di dalam notepad Readme nya. Jika tidak ada, silahkan gunakan Keygen ). Untuk Game, saya rasa tidak memakai Registrasi,cukup hanya Copy - paste Crack saja.

8. Yang terakhir, silahkan sobat Restart komputer sobat.

5 Tips untuk melakukan perjalanan jarak jauh agar selamat sampai tujuan

  1. Sebelum memulai perjalanan lakukan terlebih dahulu manajemen perjalanan. 

  2. 1. Tentukan rute yang ingin anda lalui, kalau bisa cari yang tidak padat kendaraan.
  3. 2. Pastikan sepeda motor yang ingin anda gunakan benar-benar fit. Cek semua bagian kendaraan seperti lampu, klakson, ban, kondisi mesin, rantai dan yang tak kalah pentingnya adalah rem.
  4. 3. Pakailah pakaian berkendara yang safety seperti helm full face, body protector bagian lutut dan siku, sepatu, dan jaket.
  5. 4. Ini yang sering dilakukan oleh pengendara, membawa barang berlebih. Agar tetap aman bawalah barang bawaan yang sesuai dengan daya angkut motor. 
  6. 5. Lakukan manajemen waktu. Agar badan tetap fit selama perjalanan, sebaiknya istirahat setiap 4 jam sekali. Beristirahalah kurang lebih selama 30 menit. Setelah badan sudah tidak pegal-pegal dan kembali fit anda bisa melanjutkan perajalanan anda.


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com